Satu hal yang kupikirkan selama ini adalah mengapa Tuhan menampakkan dirinya padaku saat kuminta pertimbanganNya? Jikalau memang dirinya harus menjadi milikku,mengapa masih Dia hadapkan cobaan padaKu? Mengapa tidak Dia mudahkan urusanku?
Lama kuberpikir dengan segala kesalku, kecewaku, sedihku dan sakit hatiku. Akhirnya Tuhan memberiku kesadaran bahwa
"Tiada yang salah dengan semua ini. Tuhan tak mungkin berbuat salah. Tuhan pasti punya suatu rencana besar untuk diriku. Yang mungkin saja bisa membuat kami lebih baik daripada saat ini. Kesalahan terjadi pada diriku jika aku tak bisa menerima ini semua. Aku percaya pada Tuhan. Aku tetap memujaNya dengan segala kesempurnaanNya dalam mengatur hidupku, meski terasa menyakitkan buatku"Aku selalu ingat sebuah kata bijak yang berbunyi:
"Bukan urusanku memikirkan diriku sendiri. Urusanku adalah memikirkan Tuhanku. Biarlah Tuhanku yang memikirkan diriku."Biarlah aku menanggung kepedihan. Aku akan tetap memujaNya dan mengagungkanNya. Suatu keberhasilan tak selamanya harus diraih dengan kemudahan. Mungkin ini cobaan untuk menguatkan hatiku agar tetap berpendirian teguh. Aku akan tetap mengharapkan dirinya. Ku persembahkan setiap pengorbananku untuk mendapatkan dirinya.
Kini diriku bisa melewati hari dengan tersenyum. Aku berterima kasih pada Tuhan masih menuntunku pada kebenaran. Aku berterima kasih pada Tuhan untuk semuanya.
Aku hanya manusia biasa yang tak sempurna. Kepasrahanku tidaklah total. Sakit itu akan terus membekas. Tapi seiring berjalannya waktu, ku tetap mengharap kebaikan dari Tuhan untuk memilihkan jalan yang terbaik buat kami berdua.